Awas! Mencampur Makanan Ini dengan Telur Bisa Membuatmu Keracunan

Siapa sih yang tidak tahu telur? salah satu jenis makanan yang sangat populer di dunia. Selain mudah di dapat, harganya juga murah dan terjangkau untuk semua kalangan. Telur mengandung protein yang sangat tinggi, sehingga dapat menjadi sumber riboflavin dan slenium serta vitamin esensial penting seperti B12, folat, niasin betain, dan kolin.

Namun tidak semua jenis makanan bisa di makan bersama telur, jika salah mencampur makanan bisa menimbulkan efek samping yang buruk karena nutrisi dalam makanan tidak terserap dengan baik. Jadi kami akan menjelaskan makanan apa saja yang tidak boleh di makan bersama telur.

1. Jangan langsung konsumsi gula usai makan telur

Ada banyak daerah di belahan dunia yang terbiasa makan puding telur, hal ini bisa membuat asam amino dalam protein telur itu membentuk konjugasi glisin – fruktosa. Maka zat ini susah sekali di serap oleh tubuh, sehingga akan berpengaruh terhadap kesehatan kalian.

2. Jangan langsung minum teh usai makan telur

Minum teh di pagi hari bisa membangkitkan semangat dan menyegarkan tubuh. Selain itu juga menghilangkan lemak makanan dari tubuh kita. Namun yang perlu kalian ketahui bahwa minum teh setelah makan telur justru membahayakan diri kita sendiri.

Dalam daun teh mengandung tanin, jadi berpengaruh terhadap protein yang belum di cerna lambung menyatu dengan asam tanat, sehingga akan membentuk sedimen yang tidak mudah di cerna dan itu semua mempengaruhi serapan protein, memperpanjang waktu retensi tinja di saluran usus, memperlambat gerakan usus, dan membahayakan kesehatan.

3. Usai konsumsi telur jangan langsung makan obat anti inflamasi

Telur mengandung banyak protein, pada saat gejala radang muncul sebaiknya perhatikan asupan protein. Jadi kalau terjadi gejala inflamasi atau peradangan, jangan langsung makan obat setelah konsumsi telur. Apalagi bagi kalian yang menderita penyakit saluran pencernaan dan gejala diare, sebaiknya jangan makan telur dulu.

Karena telur mengandung banyak protein, jadi bisa menambah beban pada lambung dan usus. Maka secara relatif akan mempengaruhi khasiat obat, terutama pada steatorrhea atau jumlah abnormal lemak dalam tinja.

Tinggalkan komentar